tidaak!!” aku sangat malu melakukan posisi itu.Tetapi Erik tidak peduli dan melanjutkan kembali permainannya. Kenapa? Bokep Live Dan itu sudah lebih dari cukup bagiku. Sara melirik ke arah Erik yang sedang duduk di meja pojok bersama Tomi. Aku pun berteriak lebih keras dari sebelumnya.“Ohh..Maria.”
Aku merasakan tangan Erik meremas pinggulku dengan kuat. Kemudian berteriak,
“Kenapa??!! Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. Aku akan melakukan apa saja yang kau perintahkan, asal kau tidak membenciku.” Aku masih terisak. Aku pun merasa ketakutan. Aku memilih untuk diam. Erik melepaskan kemejanya dan celananya, masih memandangiku. Aku memilih untuk diam. “Eriik!! Tangannya meraba-raba dan meremas payudara wanita itu.“Ohh..Erik”Pelan-pelan, tangan Erik menyingkap rok wanita itu dan menari-nari di sekitar pinggul dan pahanya. Erik mulai tidak sabar, dan dia memasukkannya dengan kasar. Dan aku bisa tahu apa yang terjadi di dalam sana. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya










