Tapi aku sudah puas. Aku yakin dia datang. Bokep barat Bibirnya membuka. Kubelai pipinya lalu kumulai lagi ritual seperti tadi. Tangannya terkulai di samping tubuhnya. Hah, aku terangsang! “Ssshh.. oohh.. Kucoba mencari tahu dengan siapa pacarku pergi. Sewaktu ia memutar handel pintu sengaja aku pura-pura melihat mobilku dan menabraknya. Pikiranku berubah saat itu. “Aaahh.. Kuputar-putarkan ke arah lubangnya. Huh, aku tidak bisa berpikir sehat lagi. sshh..” lirihnya. aawww..” eranganya terdengar seperti tangisan kecil bagiku. Hmm, wajahku masih merah. “Ssshh.. Kuambil sebatang rokok. Otakku berputar keras melawan alkohol bagaimana bisa menyentuhnya untuk memuaskan egoku saat itu. Kucoba melepas tali branya. “Aahh.. Yup, cemburu. sshh.. pusing. Kadang “secara tidak tersengaja” jariku menyentuh pahanya. shhs.. Tanganya mulai menggapai sandaran sofa di atasnya.




















