Kulihat uncle Rafie begitu bersemangat tapi berhati-hati menghunus senjatanya supaya aku tidak terlalu sakit. Bokep colmek ” Uncle tahu Suzana perlukan uncle malam ni ,” bisiknya dgn nada seksi. NGAP! Mengada2nak tunjuk dia tu macho lah tuJangan harap!!!, bentak aku dalam hati. satu keluhan berat keluar dari mulutku “hhhhhhhaaaaarrrrrrhhhhh”.Air nikmatku mengalir lagi dari lubang cipapku.Aku klimaks kali kedua .Aku terkulai layu.Uncle Rafie memelukku unuk mententeramkan perasaan ku yang sudah keletihan. Bila uncle Rafie santak habis ke dalam, terasa pinggulku yang pejal dan empuk itu menganjal menolak pelirnya. NGAP! Peluh di celah kelangkang menambahkan kelinciran. Kini aku menjadi perhatian matanya yang agak terkejut dengan rupa buah dadaku.Diramasnya perlahan-lahan,sambil membuat pusaran pada buah dadaku yang melentik ke atas.




















