Tiba-tiba aku dikejutkan olehnya..“Stop-stop, ya di ujung jalan itu” perintahnya.Kami lalu berhenti di sebuah rumah yang agak besar tepat di ujung jalan buntu. “Oohh.. Bokep hd Kita baru bersama selama beberapa jam dan kau bilang kau mencintaiku!? Marlene menatap langit-langit dan menunggu apa yang akan kulakukan. Bisa jadi secantik ini.“Marlene, kamu Marlene?” Dia langsung berlari dan menyandarkan tubuhnya ke dadaku sambil menangis. Rumahku letaknya 3 blok dari rumahmu, bisa kan mengantarku?” Bagaimana dia tahu rumahku, pikirku. Ia meluruskan kakinya dan mengangkang memegang pinggangku menarik ke arah lubangnya. “Ya ini aku Marlene”
“Setelah di SD aku sangat merindukanmu, aku tak pernah berpacaran Erik, aku terus mencarimu” cercahnya sambil menangis.Aku mengusap air matanya dan menyibakkan rambut ikalnya, dia menegakkan kepalanya dan menatapku. Aku benar-benar sudah muak. Uuhh.. Memangnya siapa Marlene ini.. “Rumahmu sepi sekali, mana kedua orang tuamu?”
“Ayah dan ibuku bekerja di luar negeri, sedangkan pembantuku sedang mudik lebaran.




















