“Nggak fokus.” kilahnya pendek. Lalu,“Nggak bisa fokus.”Hah?“Coba dulu, mas. Bokep Family Kalian sama-sama subur kan?” dia bertanya.Aku mengangguk mengiyakan.“Tapi mas Danu biasanya sudah lelah duluan.”
“Maksudmu?” Sita tertarik. “Hanya ini satu-satunya cara agar kamu hamil.” Sita meyakinkan. Kemudian setelah mencium bibir laki-laki tersebut, Sita beranjak turun dari ranjang dan kembali menghampiriku. ”Mudah-mudahan dengan begini aku bisa hamil.” aku berharap. Awas ya, akan kuberi kamu pelajaran! Kusandarkan kepalaku di dadanya yang bidang. “Harusnya kalian memanfaatkan setiap hari libur itu dengan baik.”
“Aku pengennya juga begitu, Sit. Kukecup mesra bibir mas Danu sebagai rasa terima kasihku karena dia sudah sabar, sangat sabar malah, karena di usia perkawinan kami yang menginjak 2 tahun, aku masih belum bisa memberinya keturunan.“Siap?” aku bertanya.Mas Danu mengangguk. “Emang ada apa?”Aku pun bercerita panjang lebar tentang kunjungan mertuaku barusan, juga kata-katanya yang pedas,“Setelah kupertimbangkan, sepertinya, aku harus menerima tawaranmu, Sit.” lirihku.




















